Senin, 12 September 2011

Teknik Memijahkan Lele Dumbo Secara Alami

Teknik Memijahkan Lele Dumbo Secara Alami
Posted on 20/08/2010 by arialnero2 Comments
Berikut ini saya uraikan secara singkat teknik pemijahan lele dumbo, yang dapat dilakukan di lahan yang sempit dan menggunakan peralatan yang sederhana.
Persiapan Bak Pemijahan                                    
§  Bak Pemijahan bisa terbuat dari  beton atau bisa juga bisa dibikin dari bak terpal, ukuran bak 2 x 3 m dengan kedalaman bak 1 m. Bak dicuci hingga bersih  kalau ada  gunakan larutan permangkanat dosis 1 sendok teh dicampur dengan 3 liter air atau 5 gr / m3 air.
§  Menyiapkan Kakaban, dengan bahan ijuk kemudian rangkai dengan bambu
§  Persiapan Air, Bak diisi dengan air dengan ketinggian 30-40 cm gunakan air yang bersih dan bebas dari kuman. misalnya dengan air PDAM atau air yang sudah steril.
Menyiapkan Induk Lele
§  Induk Lele harus diseleksi terlebih dahulu pastikan bahwa Induk sehat dan tidak cacat fisik. Ciri-ciri Induk  Jantan siap pijah : Ukuran kepala lebih kecil,  Warna kulit dada lebih suram dari betina, Kelamin (urogenital papilla ) menonjol memanjang kearah belakang terletak di belakang anus dan warna kemerahan, Gerakan lincah, Perutnya lebih langsing, Apabila diurut diarea perut maka akan keluar cairan putih kental  ( sperma ), Kulit lebih halus di banding induk betina. Sedangkan Ciri-ciri Betina : Kepala lebih besar, warna kulit lebih terang, kelamin berbentuk oval berwarna kemerahan lubangnya agak lebar dan terletak di belakang anus, gerakan lambat, perutnya gembung dan lunak, Apabila diurut di bagian perut ke arah anus maka akan mengeluarkan Cairan kekuningan ( ovum/telur )

Gambar kelamin lele jantan dan betina siap pijah
§  Induk harus diberikan makanan yang banyak mengandung nutrisi agar dapat menghasilkan benih yang berkualitas, makanan bisa berupa pakan daging bekicot atau ikan rucah sebagai tambahan diberikan juga  pakan pelet sebagai kombinasi. Pemberian pakan dilakukan pagi dan sore dengan dosis 10% dari berat badan.
§  Induk Jantan dan betina ditempatkan secara terpisah, untuk memudahkan perawatan, mempercepat kematangan gonad dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.
Memijahkan Lele Dumbo
§  Isi bak pemijahan dengan air setinggi 40 cm.
§  Pasang kakaban hingga menutupi 80% permukaan air. Lepaskan induk-induk lele yang sudah dipilih dengan perbandingan 1 betina dan 2 jantan.
§  Proses pemijahan akan terjadi pada malam hari yang ditandai terlebih dahulu adanya kejar-kejaran antara induk betina dan jantan mengitari kakaban.
§  Amati pada pagi hari, telur-telur sudah dilepas dan menempel pada seluruh permukaan kakaban.
Menetaskan Telur
§  Menyiapkan bak penetasan telur, bersihkan terlebih dahulu bak-bak dengan permangkanat.
§  Isi air penetasan setinggi 40 cm, pindahkan/ angkat kakaban masukan kedalam bak yang sudah disiapkan.
§  Amati telur-telur tersebut setelah 24 jam dan telur-telur tersebut mulai menetas. Telur yang baik akan menetas sampai 35 jam. Anak ikan yang keluar dari telur masih sangat kecil dan lemah. Badan transparan dan kalau dilihat dengan microskop akan terlihat masih mengandung kuning telur. Telur-telur yang tidak terbuahi berwarna kuning susu dan tidak akan menetas serta akan membusuk. Telur-telur yang terbuahi terlihat kuning transparan dan akan menetas setelah 34 jam sampai dengan 48 jam dikeluarkan oleh induk.
§  Mengingat larva lele yang baru menetas masih sangat lemah maka kondisikan agar lingkungan sekitar tetap tenang, kontrol kualitas airnya terutama terhadap  perubahan  suhu , usahakan agar suhu tetap berada pada kisaran normal  supaya bibit tidak stres yang dapat mengakibatkan kematian  bibit. Kondisi tersebut harus tetap tenang dan normal sampai ukuran bibit siap di pasarkan yaitu 4 – 5 cm atau lebih.
Pemeliharaan Bibit (Larva)
§  Setelah telur menetas dan masih ber bentuk larva pemberian pakan belum di butuh kan  karena larva – larva masih cukup pakan, yaitu dari sisa – sisa telur yang menetas sampai menunggu kandungan kuning telurnya habis. Kandungan kuning telur akan habis setelah menetas 7 hari. Untuk menjaga mortalitas yang tinggi pertu dipasang aerasi.
§   
§  Memberi pakan larva. Setetah kandungan 7 hari, kandungan kuning telur yang sudah habis dan harus segera diberi pakan tambahan dari luar. Pakan pertama dapat diberikan kuning telur yang diblender setiap pagi dan sore sebanyak satu butir per 5000 ekor. Pemberian pakan cacing rambut dapat diberikan setelah 11 hari dan juga dapnia.
§  Dari induk lele bisa menghasilkan  kurang lebih 1500 – 2000 ekor benih.
Memanen Benih Lele
Panen benih lele bukan merupakan kegiatan akhir dari kegiatan budidaya. Alat yang digunakan dapat berupa seser, ember, waring, kantong plastik, tali karet, tabung udara, mangkok kecil. Perhitungan hasil biasanya dilakukan secara manual. Untuk memperoleh benih yang seragam digunakan ember plastik yang berlubang-lubang. Pemungutan hasil pertama dilakukan setelah benih berumur 17 sampai 21 hari (panjang t 2,5 cm). Pada ukuran tersebut benih lele sudah bisa ditebar pada petak pembesaran secara langsung atau ditebar pada tempat penampungan sambil menunggu pembeli.

0 komentar:

Posting Komentar